Merancang di Kabupaten Gianyar berarti mempertemukan konteks Bali dengan keadaan lahan yang spesifik. Pembacaan terhadap perbedaan karakter antara pusat kabupaten, kawasan berkembang, permukiman, lahan luas, dan lingkungan nonperkotaan, cahaya, hujan, angin, aliran air, dan kemampuan pelaksanaan menjadi dasar sebelum bentuk dikembangkan.
Pada Kabupaten Gianyar, lahan sempit di pusat kegiatan dan lahan lebih luas di kawasan berkembang dapat meminta jawaban yang berlawanan. Alternatif denah dan massa dibandingkan berdasarkan kenyamanan, efisiensi, privasi, cahaya, penghawaan, konstruksi, serta investasi jangka panjang. Perhatian khusus diberikan pada orientasi, transisi ruang, ketenangan, dan kesatuan bangunan dengan alam.
Fokus awal: orientasi, transisi ruang, ketenangan, dan kesatuan bangunan dengan alam.







